Apa Yang Dimaksud Dengan Rate Card?

Apa Yang Dimaksud Dengan Rate Card?

Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan rate card? Bukan kartu merah lho ya..hehe. Bila belum tahu, postingan kali ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan rate card.

Terkait dengan rate card tersebut, membuat saya tertarik untuk mengulasnya. Rate card semacam tahapan yang akan dialami oleh seorang blogger pada suatu hari nanti. Bila Anda seorang blogger, cepat atau lambatnya mengalami tahapan tersebut sangat bergantung dengan kualitas blog yang Anda kelola.

Bila mana blog Anda memiliki kualitas yang cukup, bisa jadi blog Anda akan dilirik oleh pemasang iklan. Anda dapat membaca lebih jelas tentang kualitas sebuah blog melalui artikel Cara Mengukur Seberapa Menariknya Blog Anda.

Nah, belum lama ini saya mendapatkan email dari seorang SEO Administrator di salah satu perusahaan search engine marketing yang telah memegang sertifikat partner dari Google Advertising. Hal tersebut terkait dengan salah satu blog yang saya kelola.

Pada intinya, salah satu blog saya tersebut diajak bekerja sama untuk melakukan review sekaligus content placement. Saya pun diminta untuk mengirimkan rate card blog saya tersebut.

Baca juga: 5 Plugin WordPress Gratis Terbaik Untuk SEO di Blog Anda 

Apa itu Rate Card?

Nah, apa itu rate card? Rate card adalah sebuah istilah dalam dunia periklanan untuk menyampaikan dokumen yang berisi informasi terkait dengan jenis biaya, space iklan, maupun biaya-biaya lainnya yang ditawarkan baik oleh perusahaan media cetak, elektronik maupun digital.

Perkembangan dalam dunia advertising telah menyasar ke berbagai hal dan berbagai bentuk media dalam upayanya menyampaikan pesan iklan kepada masyarakat sebagai calon pembeli atau calon konsumen.

Tidak terkecuali dengan blog, yaitu tatkala sebuah blog memiliki banyak artikel yang berkualitas, dilihat dari sisi bobot informasinya, kualitas penyampaian, artikel yang standar SEO, dan memiliki kedekatan emosional dengan pengunjung blog saat terjadi interaksi dalam kolom komentar.   

Hal yang sama juga sebenarnya terjadi pula pada vlog atau video blog, maupun sejenisnya yang saat ini sedang menjadi tren, yang mana ketika berhasil mendatangkan kunjungan atau trafik maka memiliki potensi untuk dilirik oleh agen periklanan.

Salah satu Youtuber terkenal Indonesia, sebut saja Atta Halilintar, karena kepiawaiannya dalam membuat content Youtube, menyebabkan trafik yang mengalir ke channel Youtube-nya demikian luar biasa.

Jika sudah begitu, maka barisan iklan dipastikan akan mengantri, ujung-ujungnya tentu saja pundi-pundi Rupiah akan mengalir ke rekeningnya.

Baca juga: Cara Memblokir Kontak Di WhatsApp

Apa yang disajikan dalam Rate Card

Sebenarnya tidak ada ketentuan yang pasti dalam menyajikan sebuah rate card. Begitu pun dengan standar biaya yang menjadi kata kunci dalam penyusunan rate card.

Setiap orang atau perusahaan berhak menentukan standar biaya tertentu, dan begitupun dengan calon pemasang iklan, atau agen periklanan, bebas melakukan tawaran harga. Prinsipnya, asal terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, maka masuk tuh barang.  

Namun umumnya, untuk meyakinkan calon pemasang iklan, atau agen periklanan, rate card dapat dibuat semenarik dan seinformatif mungkin yang menggambarkan blog Anda atas dasar kinerja blog yang ada.

Menyangkut standar biaya iklan atau harga pemasangan iklan, sebagai informasi yang disampaikan dalam rate card oleh pemilik blog meski tidak selalu di publish di blog-nya, umumnya akan melakukan pendekatan-pendekatan yang merujuk pada kinerja blog saat menyusun rate card.

Beberapa yang dianggap sebagai kinerja blog dapat diketahui lewat Domain Authority (DA), Page Authority (PA), Pagerank (PR), Unique Visitor, Page View, Traffic, demografi menyangkut jenis kelamin, usia, dan kategori minat dari pengunjung sebuah blog.

Baca juga: Cara Menonaktifkan Youtube Di Android

Kategori biaya dalam Rate Card

Bicara penyusunan atau pengklasifikasian biaya iklan atau harga dalam rate card blog paling tidak ada dua kategori yang bisa kita pahami. Ulasan masing-masing kategori tersebut yaitu sebagai berikut.

Iklan Banner

Kategori iklan banner pada blog atau website bisa dengan mudah dilihat pada detik.com, dengan posisi banner yang beragam di berbagai tempat. Semakin banyak iklan banner-nya maka semakin banyak mengalir pundi-pundi Rupiah ke rekening.

Iklan banner jika diilustrasikan di media televisi yaitu saat tayangan sinetron di jam prime time, lalu tiap 10 menit pemutaran sinetron kemudian diselingi dengan iklan yang berdurasi hingga 5 menit.

Sehingga dalam 60 menit jadwal penayangan sebuah sinetron, waktu efektif sinetron yang ditayangkan berdurasi 40 menit dengan 20 menitnya berupa tayangan iklan.

Iklan kategori ini di blog biasanya akan berdurasi waktu, apakah pemasangannya selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.

Baca juga: Beli Domain .id, Niagahoster Tempatnya

Iklan Advertorial

rate card

Kategori iklan advertorial biasanya berupa tulisan yang memperkenalkan sebuah produk, mengulas sebuah produk, hingga menggiring pembaca atau pengunjung blog atau website tertarik dengan materi iklan yang dibungkus dalam sebuah tulisan.

Ini semacam iklan terselubung, alih-alih memberitakan namun sebenarnya sedang memasarkan produk.

Keberhasilan kategori iklan advertorial dapat terjadi ketika banyak pengunjung blog yang tertarik dengan materi informasinya.

Iklan advertorial biasa dijumpai di media cetak, seperti Kompas, namun untuk media blog disebut dengan review and content placement.

Seorang blogger yang mendapat order review and content placement, harus memberikan ulasan tentang sebuah produk yang diajukan oleh agen periklanan, sekaligus ditaruh di blog-nya.

Biasanya, produk yang di review disesuaikan dengan topik dari blog, biasa disebut dengan niche blog. Apa itu niche blog? Jika penasaran, silahkan klik link judul artikel Membangun Niche Blog Untuk Hasilkan Uang Dari Blog ini.

Iklan advertorial atau review and content placement, jika diilustrasikan di media televisi yaitu saat tayangan bertajuk advertorial properti yang pasti kita hafal dengan jargonnya, yaitu, ”Hari Senin besok harga naik”.

Ya untuk iklan seperti ini, artinya waktu 30 hingga 60 menit di blocking hanya untuk menayangkan jualan properti dari sebuah perusahaan atau pengembang properti, seperti Agung Sedayu atau Agung Podomoro.

Iklan kategori ini di blog biasanya akan berdurasi selama blog itu ada, makanya karena berdurasi tanpa jangka waktu sebaiknya pemilik blog hanya menerima materi review dan content placement sesuai dengan niche blognya.

Baca juga: Kisah Sukses Herman Yudiono Meraup Ratusan Juta Rupiah Dari Internet

Penutup

Sebagai penutup postingan kali ini, saya mencoba menyampaikan beberapa link terkait dengan penyusunan rate card. Meski bukan rate card untuk blog, namun paling tidak rate card tersebut dapat memberi gambaran bagi kita, bagaimana menyusun rate card yang baik, dan yang terpenting berani menyampaikan harga blog kita.

Rate card yang pertama diambil dari Bisnis.com dan berikut ini link yang bisa Anda klik, Rate Card Bisnis.com, lalu rate card yang kedua diambil dari Adiona.co.id, dan berikut link yang bisa Anda klik, Rate Card Adiona.co.id.(cr)

Sumber gambar: Hobo With a Laptop

Be Sociable, Share!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.