Token Oh Token

token listrik prabayar

listrik-prabayarBagi Anda yang dirumahnya menggunakan listrik prabayar atau biasa disebut dengan token, tentunya Anda pernah merasakan kerepotan ketika persediaan token dalam meteran listrik rumah Anda semakin menipis.

Untuk sebagian orang yang memang dalam dirinya sudah tertanam rasa tanggung jawab, metode pembelian token listrik ini jelas tidak membuat nyaman. Pasalnya ketika Anda lupa mengontrol persediaan token di rumah Anda, dan baru Anda ketahui setelah malam hari, sementara yang Anda tahu bahwa pembelian token hanya dapat dilayani oleh minimarket seperti Alfamart, Indomaret, dijamin Anda akan panik dan langsung ngacir ke Alfamart atau Indomaret di dekat rumah Anda.

Celakanya, minimarket tersebut belakangan ini selalu gagal dalam melayani pembelian token, entah apa sebabnya. Bisa Anda bayangkan, bagaimana panik dan betenya Anda, sementara anak-anak Anda di rumah terancam tidak bisa tidur nyaman malam ini, karena AC dan mungkin hanya sekedar untuk memberikan penerangan saja tidak bisa lagi dilakukan akibat menipisnya token tadi.

Metode pembayaran atau pembelian token listrik prabayar sejatinya mengadopsi metode pembelian atau pembayaran pulsa handphone. Bayar dulu baru pakai. Bayar dulu baru makan. Persis seperti jika Anda makan di restoran fast food.

Jika di analisa kasat mata saja, maka alasan PLN mungkin, berdasarkan metode pembayaran yang sebelumnya dilakukan, yakni dengan metode pasca bayar atau pembayaran berdasarkan tagihan terpakai, ditemukan adanya titik-titik kebocoran atau inefisiensi dalam pelayanan pemberian listrik kepada masyarakat yang dibuktikan dengan tidak terbayarnya tagihan atau disebut tunggakan.

Banyak kita jumpai kasus-kasus yang setelah listrik digunakan sebulan, namun tagihannya tidak terbayar hanya karena si pengguna listrik tersebut tinggal di rumah sewa, sehingga tidak ada alasan yang menyulitkannya untuk berpindah-pindah rumah dengan meninggalkan tagihan yang tak terbayar hingga berbulan-bulan.

Namun terkadang, meski tagihan tidak terbayar sekian bulan, arus listrik yang mengalir ke rumah sewa tersebut tetap tersuplai, karena ada oknum yang memberikan teguran dan mengancam memutus, tetapi karena ada uang damai dari si penghuni rumah sewa, oknum tersebut tidak jadi memutus listrik dan seterusnya.

Jelas, hal tersebut merupakan sebuah bentuk inefisiensi dalam tubuh PLN yang jika dikalikan sekian ribu tunggakan, maka akan terhitung berapa total tidak terbayarnya tagihan tersebut. Namun mungkin itu cerita beberapa tahun ke belakang, mengingat saat ini PLN sudah banyak mengembangkan sistem dan mekanisme yang baru.

Berangkat dari secuplik cerita diatas yang menjadi latar belakang, serta untuk menyikapi inefisiensi yang ada, disertai dengan semangat baru, PLN mengembangkan teknologi pembayaran yang mengadopsi pembelian pulsa handphone.

Pada gilirannya, meski masih banyak rumah yang menggunakan metode pasca bayar, biasanya rumah-rumah yang sudah lebih dulu ada dibanding sistem yang baru diterapkan PLN, namun jelas terlihat arahnya untuk mengubah inefisiensi menjadi efisien sudah dilakukan PLN.

Satu hal yang mungkin dapat dijadikan sebagai masukan, khususnya dari pelanggan PLN yang memiliki keterbatasan dalam segala hal adalah agar PLN memperbanyak jalur pembelian token listrik pra bayar. Jika selama ini pelanggan yang memiliki keterbatasan tersebut membeli token selalu di minimarket, maka mesti disiapkan alternatif pembelian token secara konvensional ketika Alfamart dan Indomaret tidak dapat memberikan pelayanan pembelian token.

PLN harus menggandeng banyak pihak untuk bekerja sama dalam pola penyebaran pembelian token, juga dengan memberikan insentif kepada pihak-pihak yang digandengnya.

Tak kalah penting, sosialisasi terhadap hasil kerja sama tersebut juga diperlukan menyangkut mekanisme yang ada. Tercatat ada beberapa bank yang sudah melayani pembelian token via ATM, namun rasanya itu belum tersosialisasi dengan baik.[cr]

Be Sociable, Share!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.